Selamat datang pembaca, di situs ini kamu bisa menjelajahi ratusan macam buku. jangan lupa dipesan ya. semoga nyaman.!
  Tukubooks Group adalah perusahaan perorangan yang telah beroperasi sejak Desember 2020. Kami bergerak di bidang penjualan buku original, dengan fokus utama yaitu untuk menyediakan beragam bacaan berkualitas bagi para pembaca muda di seluruh Indonesia dan mancanegara. Sebagai mitra resmi dari berbagai penerbit ternama di Indonesia, kami berkomitmen untuk selalu menghadirkan buku-buku berkualitas.  
Hubungi Kami
Gg. Temugiring No.123, Daerah Istimewa Yogyakarta 55284
Phone / WhatsApp. +62 818-8280-2368
E-mail: halo@tukubooksstore.id  
International Shipping
Malaysia - Singapore - Thailand - Philippines - Vietnam - Brunei - Timo Leste - South Korea - China - Japan - Taiwan - Hong Kong - Arab Emirates - Turkey - India - USA - Yunani - Italy - Poland - Portugal, and many other countries
4.50 from Paddington atau Kereta 4.50 dari Paddington adalah sebuah novel fiksi detektif karya Agatha Christie, yang pertama kali diterbitkan pada November 1957 oleh Collins Crime Club. Dame Agatha Mary Clarissa Christie lahir di Torquay (15 September 1890 – 12 Januari 1976). Ia adalah seorang penulis Inggris yang dikenal dengan 66 novel detektif dan 14 kumpulan cerita pendeknya, terutama yang berkisah seputar detektif fiksi Hercule Poirot dan Miss Marple. Ia mendapat dorongan untuk menulis dari Eden Phillpotts, seorang penulis drama dari Devonshire. Dia juga menulis drama terlama di dunia, The Mousetrap, yang telah ditampilkan di West End sejak 1952 dan setelah 21 tahun lebih masih juga dipentaskan di London, serta enam novel dengan nama samaran Mary Westmacott. Banyak karyanya yang diangkat ke layar putih oleh MGM, termasuk Sepuluh Anak Negro dan Witness for the Prosecution. Pada tahun 1971, ia diangkat menjadi Dame (DBE) atas kontribusinya pada sastra. Sinopsis Tak ada yang percaya ketika Mrs. McGillicuddy melapor bahwa dia melihat seorang wanita dicekik di dalam gerbong kelas satu kereta yang berjalan sejajar dengan kereta yang ditumpanginya. Tak ada, kecuali sahabatnya, Jane Marple. Mayat korban pembunuhan belum ditemukan, tetapi itu tidak menghalangi Miss Marple memanfaatkan bakat khususnya untuk menyelidiki kejahatan luar biasa ini. Tapi bahkan dia pun tak sanggup mencegah pembunuhan berikutnya.
