Agama

Berbisnis dengan Allah (Edisi Baru) - M. Quraish Shihab

Photo

Detail
Status
 
preorder

Price ( Rp. )
105000

Discount ( % )
10


Description
Detail Produk

Judul Buku : Berbisnis dengan Allah (Edisi Baru dan Stok Terbatas)

Judul Sebelumnya  : Tips Jitu Jadi Pebisnis Sukses Dunia-Akhirat
Penulis : M. Quraish Shihab
Ukuran Buku : 13 x 19 cm
Jumlah Halaman : 272 halaman
ISBN : 978-979-9048-89-9
Tahun: 2022


SINOPSIS:
Wahai orang-orang yang beriman, maukah Aku menunjukkan kepada kamu suatu perniagaan yang menyelamatkan kamu dari siksa yang pedih? (QS. ash-Shaff [61]: 10)

Dalam meguraikan hubungan manusia dengan Tuhan, ternyata Al-Quran banyak menggunakan istilah-istilah yang lazim dipakai dalam dunia bisnis. Apakah ini bisa diartikan sebagai petunjuk adanya kesamaan antara hubungan manusia dengan Tuhan pada satu pihak dengan hubungan bisnis pada pihak lain? Ataukah ini isyarat-isyarat bahwa hubungan dengan Tuhan bisa dijelaskan dengan terminologi bisnis?
Tanpa mengabaikan perbedaan kedua hubungan tersebut, buku Berbisnis dengan Allah ini, menemukan adanya sekian banyak kesamaan antara berbisnis dengan Allah dan berbisnis dengan manusia pada umumnya. Dan berbisnis dengan Allah adalah bisnis yang paling menguntungkan dunia akhirat.

Persoalannya, bagaimana cara untuk meraih sukses dalam berbisnis dengan Allah? Apakah kesuksesan berbisnis dengan Allah akan berbanding lurus dengan kesuksesan berbisnis dengan manusia?

Jawabannya akan Anda temukan, Insya Allah, setelah membaca buku ini. Karenanya buku ini patut dibaca, bukan saja oleh mereka yang ingin jadi pebisnis sukses dunia-akhirat, melainkan juga untuk mereka yang ingin meraih keseimbangan hubungan dengan Tuhan pada satu pihak, dan hubungan dengan manusia pada pihak lain.

Disclaimer: Persamaan warna foto katalog dengan produk asli mencapai 98%. Efek cahaya, kecerahan, kerapatan, dan resolusi layar memungkinkan terjadinya distorsi warna.

Merindu Baginda Nabi - Habiburrahman El Shirazy

Photo



Detail
Status
on

Price ( Rp. )
48000

Discount ( % )
0


Description
Detail Produk

Spesifikasi

Kategori: Buku Novel
Ukuran: 13,5 x 20,5 cm
Halaman: 176 halaman
Jenis Kertas Sampul: FC, art paper, 150 gr
Jenis Kertas Isi: BW, bookpaper, 55 gr


Awan putih yang bergerombol itu seumpama kumpulan jutaan malaikat yang sedang berzikir dalam diam. Gadis berjilbab merah marun itu menyeka air matanya sambil memandang ke luar jendela pesawat yang dinaikinya. Ada kerinduan yang menggelegak dan membara dalam dadanya. 
Kerinduan kepada Baginda Nabi, menyatu dengan kerinduan kepada abah dan umminya, serta teman-temannya, anak-anak yatim di Darus Sakinah sana. Diam-diam ia merasa iri dengan abahnya. Bagaimana abahnya bisa memiliki rasa rindu sedemikian dalam kepada Baginda Nabi Saw.. 
Ia berharap suatu saat juga memiliki rasa rindu seperti itu. Rasa rindu nan dahsyat yang hanya dikaruniakan oleh Allah kepada hamba-hamba terpilih. 


Disclaimer: Persamaan warna foto katalog dengan produk asli mencapai 98%. Efek cahaya, kecerahan, kerapatan, dan resolusi layar memungkinkan terjadinya distorsi warna.

Api Tauhid - Habiburrahman El Shirazy

Photo



Detail
Status
on

Price ( Rp. )
122000

Discount ( % )
0


Description
Detail Produk
Judul: Api Tauhid (2021)
Spesifikasi
Kategori : Buku Novel
Ukuran : 13.5 × 20.5
Halaman : 507 halaman
Jenis Kertas Sampul: FC, art paper, 150 gr
Jenis Kertas Isi : BW, bookpaper, 55 gr


Melalui perjalanan Fahmi-lah kita mengenal tokoh Said Nursi yang dikenal sebagai “Badruzzaman”.

Ini adalah novel roman dan sejarah. Novel roman yang bercerita seputar perjuangan anak muda asal Lumajang, Jawa Timur, yang bernama Fahmi. Dalam perjalanannya, Fahmi harus menghadapi situasi yang cukup pelik, dalam urusan rumah tangga. Fahmi pun galau. Hamza, temannya yang berasal dari Turki, mengajak Fahmi untuk berlibur ke Turki. Hamza berharap, Fahmi bisa melupakan masa-masa galaunya selama di Turki nanti. Untuk itulah, Hamza mengajak Fahmi menelusuri jejak perjuangan Said Nursi, seorang ulama besar asal Desa Nurs. Ulama terkemuka ini, dikenal memiliki reputasi yang mengagumkan. Melalui perjalanan Fahmi-lah kita mengenal tokoh yang dikenal sebagai “Badruzzaman”.
Lalu, bagaimana dengan dengan persoalan Fahmi? Akankah perjalanan ke Turki memberinya jalan keluar atau justru muncul masalah baru?

Disclaimer: Persamaan warna foto katalog dengan produk asli mencapai 98%. Efek cahaya, kecerahan, kerapatan, dan resolusi layar memungkinkan terjadinya distorsi warna.

Kitab Izhatul Nasyi'in - Musthafa al-Ghalayain

Photo





Detail
Status
promo

Price ( Rp. )
119000

Discount ( % )
15
Description
Detail Produk
Kitab Izhatun Nasyi’in

Penulis : Musthafa al-Ghalayain
Genre : Self-improvement Islam
Halaman : 370 (BW)
Ukuran : 14 x 21 cm
Cover : Hard Cover
ISBN : 978-623-7327-65-3
Penerbit : Turos Pustaka
Cetakan : 1, Februari 2022
Harga : 119.000

SINOPSIS
Dalam hidup ini, kita sering merasa tak berdaya ketika sedang dilanda masalah hidup yang seakan tiada habisnya. Kadang kita merasa permasalahan yang sedang kita hadapi adalah yang paling berat sedunia.

Tidak jarang juga merasa gagal menjadi yang terbaik, padahal sudah berusaha semaksimal yang kita bisa. Buku “Hidup Sering kali Tidak Baik-baik Saja, Tapi Kita Bisa Menghadapinya” ini ditulis untuk kita yang merasa di titik terendah, banyak masalah, dan sedang kehilangan arah.

Buku karya ulama sekaligus sastrawan dunia ini pernah diboikot oleh pemerintah kolonial Belanda untuk diajarkan oleh para kiai di pesantren, karena dianggap berbahaya dan dapat membangkitkan semangat perjuangan kaum muda.

Dengan membaca terjemahan kitab “Izhatun Nasyi’in” karya Syekh Musthafa al-Ghalayain ini, semoga kita bisa kembali melanjutkan hidup dengan lebih bermakna, lebih tangguh, berpikiran terbuka, dan selalu menemukan problem solving atas setiap masalah yang kita hadapi bersama.

 

Siapa penulis buku ini?
Musthafa al-Ghalayain (1885–1944 M) lahir dan wafat di Beirut, Lebanon. Selain dikenal sebagai sosok ulama yang mendunia, juga dikenal luas sebagai seorang sastrawan, pakar bahasa Arab, bahkan Wartawan senior. Beberapa karyanya sangat tebal dan referensial di bidangnya, seperti Jami’ ad-Durus al-Arabiyyah. Saat kuliah di al-Azhar, belajar langsung kepada Syekh Muhammad Abduh, seorang pembaharu Islam asal Mesir.

 

Buku lain yang pernah ditulis
Izhatun Nasyi’in
Al-Islam Ruhul Madinah aw ad-Din al-Islami
Jami’uddurus al-Arabiyyah
Nazharat as-Sufur
Nadzarat fi al-Lughah wa al-Adab
Nazhm asy-Syi’ir fi Aghrad Mukhtalifah
 

Mengapa Buku ini Ditulis? 
Pegangan untuk anak-anak muda agar tidak salah memilih jalan
Benteng pelindung generasi muda dari penyakit sosial dan pengaruh buruk zamannya
Motivasi untuk menjadi pribadi tangguh, kritis, solutif, dan bermanfaat bagi sesama
 

Apa saja isi buku ini?
Nilai-nilai personal skill yang sangat bermanfaat bagi generasi muda
Membawa efek hardiness secara psikologis, kepribadian yang membuat seseorang menjadi lebih tangguh, kuat, stabil, dan optimis dalam menghadapi permasalahan
Hal-hal yang bisa anak-anak muda lakukan saat menghadapi berbagai permasalahan pribadi dan bangsanya dalam kehidupan sehari-hari
Penyemangat bagi anak-anak muda muslim agar menjadi kritis, berpikiran terbuka, dan tidak selfish
Kiat menjalani masa muda bahagia berdasarkan inti sari ajaran agama
 

Nilai Personal Skill yang diajarkan buku ini

Berani menghadapi tantangan
Mencipta kebahagiaan versi Islam
Kritis dan berpikiran terbuka
Solidaritas dan kepekaan sosial
Gigih dan pantang menyerah
Jujur dan sederhana dalam hidup
Berpegang teguh pada ajaran agama
Menghormati semua perempuan
Peduli terhadap lingkungan
Kolaborasi dan saling percaya
Berusaha sebelum berpasrah
Kritis terhadap kekuasaan yang zalim
Cinta pada bangsa dan tanah air
Anti terhadap penindasan
 

Fakta Menarik
Buku ini pada era penjajahan pernah diboikot oleh kolonial Belanda untuk diajarkan oleh para kiai di pesantren-pesantren, karena dianggap dapat membangkitkan semangat perjuangan dan perlawanan kaum muda. Selain itu, buku ini juga yang menjadi salah satu inspirasi KH. Hasyim Asy’ari dalam mencetuskan perlawanan Resolusi Jihad.

 

Daftar Isi
Pengantar Penerbit Pengantar Penulis—1

Pembuka—3

Berani Bergerak Maju, Melampaui Pencapaian Generasi Masa Lalu—5

Kesabaran adalah Kunci Menghadapi Berbagai Permasalahan—8 Jangan Menjadi Musuh dalam Selimut—10

Jadikan Keikhlasan Sebagai Fondasi Segala Pekerjaan—13

Satu Hal yang Bisa Menggagalkan Cita-cita Kita Bernama Putus Asa—16

Kekuatan Harapan Menentukan Keberhasilan—20

Kelicikan Sumber Berbagai Keburukan —23

Sembrono, Sumber Segala Kegagalan—27

Hidup ini Hanya Milik Para Pemberani—30

Solidaritas di Atas Segalanya—34

Jangan Berlindung di Balik Topeng Kemuliaan Palsu—39

Saatnya Gerakan Revolusi Moral—44

Revolusi Kebudayaan Ada di Tangan Anak Muda—49

Kiat Meningkatkan Kualitas Pemerintahan —54

Mungkinkah Tertipu Oleh Perasaan Kita Sendiri?—58

Semangat Pembaruan Ada dalam Genggaman Kalian—63

Kebahagiaan Tidak Didapat dengan Berfoya-foya—68

Agama Tidak Boleh Jauh dari Dunia—73

Mungkinkah Kita Bisa Kembali Mencapai Puncak Peradaban Islam?—78

Jangan Jadi Penghianat Bangsa—82

Kita Semua Terlahir Sebagai Manusia Merdeka—88

Empat Macam Kemerdekaan yang Harus Kita Perjuangkan —93

Bila Ada Kemauan, Pasti Ada Jalan—98

Kisi-kisi Menjadi Pemimpin Sejati—104

Gila Kekuasaan Membunuhmu—108

Jujur dalam Tindakan dan Bahaya Mengumbar Janji Palsu—114

Kiat Menjadi Mulia dengan Hidup Sederhana—118

Melembutkan Hati dengan Memberi—122

Kebahagiaan Bukan Dicari, Tapi Diciptakan—128

Bahaya Mengabaikan Kewajiban —132

Menebar Kejujuran, Menuai Kepercaan—138

Iri Hati Bukan Sifat Pemenang—145

Tolong Menolong Sebagai Jalan Hidup—151

Pujian adalah Ujian—156

Memahami Fanatisme—164

Kalianlah Generasi Pewaris Bumi—170

Peristiwa Pertama Menentukan Masa Depan Kita—175

Tunggulah Saat Kehancurannya—179

Jangan Korbankan Kualitas Pekerjaan Hanya Karena Tergesa-gesa—184

Muliakan Semua Perempuan di seluruh Penjuru Bumi—189

Menyeimbangkan Usaha dan Tawakal—194

Mengandalkan Diri Kita Sendiri—199

Pendidikan, Bekal Menjalani Kehidupan—204

Nasihat Penutup—210

Apa kata mereka tentang buku ini?
“Kitab ini pernah dilarang untuk dikaji di pesantren pada masa kolonialisme Belanda, karena isinya mampu mengobarkan patriotisme saat itu. Tidak heran jika dalam sejarah banyak tercatat pejuang tanah air dari pesantren, sebab mereka mengaji kitab Izhatun Nasyi’in ini. Selama bertahun-tahun kitab ini masih saya ajarkan (di pesantren) karena masih relevan untuk terus dibaca sampai sekarang.”

–KH. Ahmad Mustofa Bisri

Disclaimer: Persamaan warna foto katalog dengan produk asli mencapai 98%. Efek cahaya, kecerahan, kerapatan, dan resolusi layar memungkinkan terjadinya distorsi warna.

TAFSIR AYAT-AYAT RIBA - Sayyid Quthb

Photo






Detail
Status
promo

Price ( Rp. )
54000

Discount ( % )
15

Description
Detail Produk
TAFSIR AYAT-AYAT RIBA
Mengupas persoalan riba sampai ke akar-akarnya

Penulis : Sayyid Quthb
Ukuran : 15 x 23 cm
Halaman : 204 hal 
Cetakan : September 2018
ISBN : 978-602-50226-7-8
Penerbit : Wali Pustaka
Harga : Rp54.000

Buku Tafsir Ayat-ayat Riba merupakan buah pikir Sayyid Quthb (1906―1966) yang secara spesifik membahas riba dari beragam perspektif. Pengetahuan Sayyid yang luas mengenai sistem ekonomi, politik, dan budaya membuat buku ini tak sekadar kajian agama. Pengkajiannya luas, mendalam, dan langsung pada pokok permasalahan.

Penulis buku ini merupakan seorang yang sangat aktif dalam pergerakan kemerdekaan di Mesir Kala itu. Dirinya terlibat secara langsung dalam revolusi Mesir tahun 1952. 

Keterlibatannya itu justru memperdalam pemikirannya mengenai sistem perpolitikan baik nasional maupun global. Pemikiran tersebut kemudian ia tuangkan dalam beragam buku, termasuk ke dalam buku ini.

Kemiskinan, menurut Sayyid adalah akibat dari hegemoni ekonomi global yang menjangkit hampir ke seluruh dunia. Hegemoni itu tersalurkan dengan baik melalui praktik riba. Maka, mempraktikkan riba berarti menjamin keberlangsungan kemiskinan. Dan itu jelas bertentangan dengan hukum Allah.
Sumbangan dari Ideologi Qutbisme untuk perkembangan pemikiran Islam sangat besar, maka penting bagi yang terlibat secara langsung dalam pergerakan atau perpolitikan untuk mengkajinya. Utamanya agar mendapat gambaran jelas mengenai akar gerakan radikalisme global. 

Sayyid Quthb memang sangat kritis terhadap ketidakadilan, baik dari dalam maupun luas Islam. Namun, jika tak berhati-hati mempelajari pemikirannya, justru akan berakibat fatal. Radikalisme tetap tak dapat dibenarkan, dengan alasan atau ideologi apapun. Selamat membaca!
___________________________________
“Riba merupakan aktivitas yang sejak awal bertentangan dengan kaidah-kaidah konsep iman secara mutlak.” - Sayyid Quthb

Isi Buku:
- Penjelasan Riba secara mendalam dari beragam perspektif
- Tafsir surat al-Baqarah
- Tafsir surat Âli Imrân
- Tafsir surat an-Nisâ`
- Tafsir surat ar-Rûm
- Perjalanan hidup Sayyid Quthb
- Fatwa MUI mengenai hukum riba

Quotes:
- Sedekah adalah pemberian harta tanpa mengharap ganti dan imbalan. Sementara itu, riba adalah pengembalian utang dengan tambahan yang haram.

- Riba merupakan aktivitas yang sejak awal bertentangan dengan kaidah dan konsep keimanan secara mutlak. Selain itu, riba juga merupakan sistem yang didasarkan pada konsep yang sama sekali berbeda dari konsep kekhalifahan manusia dan keimanan.

- Riba berdiri di atas fondasi konsep yang salah dan rusak. Konsep tersebut menyatakan bahwa tujuan akhir manusia adalah menghasilkan harta—apa pun dan bagaimanapun caranya—serta menikmatinya sesuai dengan apa yang dia inginkan.

- Sistem Islam mengatur jiwa manusia dari berbagai penjuru. Ia juga mengatur kehidupan masyarakat secara umum tanpa ada diskriminasi apa pun.

- Iman tidak hanya diungkapkan dengan lisan saja. Akan tetapi, iman adalah mengikuti aturan yang telah dibuat oleh Allah swt. sebagai implementasi praktis dan aktual terhadap iman ini.

- Orang-orang yang mendermakan hartanya, baik dalam keadaan lapang maupun susah, mereka adalah orang-orang yang berbuat kebajikan. Orang-orang yang baik hatinya dengan memberikan maaf, bersikap toleran, dan menahan amarah, dia juga termasuk orang-orang yang berbuat kebajikan.

- Agama ini sangat memahami kelemahan makhluk yang bernama manusia ini, yang kadang-kadang jatuh ke lembah kenistaan karena beban hidupnya.

- Sungguh, al-Quran telah memberikan fatwa, nasihat, dan petunjuk kepada mereka (umat Islam generasi awal) perihal keadaan orang-orang Yahudi. Maka hasilnya, mereka mampu mengontrol orang-orang Yahudi. Kemudian, ketika mereka meninggalkan al-Quran, maka keadaan akan berbalik, orang Islam menjadi tunduk kepada orang Yahudi

- Saat itu perintah zakat belum dibuat batasan-batasannya, begitu pula orang-orang yang berhak atas zakat tersebut belum ditentukan golongannya. Namun, prinsip zakat sudah terlebih dahulu ditetapkan.

Disclaimer: Persamaan warna foto katalog dengan produk asli mencapai 98%. Efek cahaya, kecerahan, kerapatan, dan resolusi layar memungkinkan terjadinya distorsi warna.

Kitab Nuruzh Zhalam - Syekh Nawawi al-Bantani

Photo






Detail
Status
on

Price ( Rp. )
103200

Discount ( % )
0


Packaging
  • PAKET 1:103200
  • PAKET 2:177450
  • PAKET 3:177450
  • PAKET 4:251700


Description
Detail Produk

Penulis : Syekh Nawawi al-Bantani
Penerjemah : Fuad Saifudin Nur
Editor : Ariel Pramoedya 
Penerbit : Wali Pustaka
ISBN : 978-623-7325-28-4
Cetakan : Juni 2022
Ukuran : 15 x 23 cm
Halaman : 332 halaman
Cover : Hard Cover
Harga : Rp129.000,-

Sinopsis
Inilah kitab penting yang memiliki andil besar dalam penyebaran akidah Ahlusunnah wal Jama’ah di Indonesia. Ditulis oleh ulama asal Banten yang mendunia, kitab ini merupakan penjelasan (syarah) dari kitab nazham Aqidatul Awam yang banyak diahafal para santri, karya Syekh Ahmad Marzuqi, seorang ulama terkemuka abad ke-19 M.

Seusai judulnya, kitab ini mampu menjadi Penerang Kegelapan akidah umat Islam. Karya legendaris dari ulama bergelar “Doktor Teologi” ini menjawab berbagai permasalahan dasar ketuhanan secara ringan dan mudah dipahami. Peganagan wajib bagi siapa saja yang ingin mempelajari dan memperkokoh fondasi ajaran tauhid Ahlusunnah secara rinci.

Dalam kitab Nuruzh Zhalam ini, syekh Nawawi al-Bantani (w. 1897 M) mengelaborasi berbagai dasar pemahaman tauhid yang harus kita imani. Seperti penjelasan tentang “Aqaid 50,” kumpulan dari sifat wajib, mustahil, dan jaiz bagi Allah, para nabi maupun rasul. Dibahas juga mengenai keluarga Nabi, Rukun Islam, Isra’ Mi’raj, dan peristiwa luar biasa lain yang wajib kita yakini.

Disclaimer: Persamaan warna foto katalog dengan produk asli mencapai 98%. Efek cahaya, kecerahan, kerapatan, dan resolusi layar memungkinkan terjadinya distorsi warna.

Peci Miring - Aguk Irawan M.N.

Photo








Detail
Status
on

Price ( Rp. )
120000

Discount ( % )
15


Description
Detail Produk

Penulis: Aguk Irawan M.N.
Format: 14X 21 CM
ISBN: 978-602-7926-62-2
Jumlah halaman: 400
Harga: Rp 120.000,-
Terbit: Mei 2022
Kategori: NOVEL BIOGRAFI


Sinopsis:
Ia lahir dengan darah biru, tumbuh dalam asuhan cinta ayah-bunda. Saat masih belia, sang ayah meninggalkannya selamanya. Masa nakal remajanya berakhir ketika ia pergi ke Yogyakarta, tanah rantau pertamanya. Ke Universitas Al-Azhar, Mesir, ia melanjutkan kembaranya. Tetapi ia kecewa, Mesir tak kuasa menawarkan dahaga pengetahuannya. Ia lantas berkelana ke Baghdad dan memperoleh gelar akademik di sana. Seperti meneguk air samudra, dahaganya semakin parah. Belanda, Jerman, dan Prancis menjadi tujuan berikutnya. Untuk bertahan hidup di Benua Biru ia menjadi buruh kasar dengan upah secukupnya. Siapa sangka kelak ia menjadi orang nomor satu di Indonesia?

Peci Miring berkisah tentang kehidupan Gus Dur, salah satu sosok terpenting dalam sejarah Nusantara yang bergelimang kontroversi, sederhana tetapi rumit, banyak dipuji sekaligus dibenci. Novel ini merangkai perca-perca cerita tentang kembara sang guru bangsa sejak kelahirannya hingga terdampar di negeri-negeri asing, mengetuk banyak pintu untuk sampai pada pintu sunyinya sendiri.

Endorsement:

“Tak banyak buku yang menceritakan pengembaraan masa kecil dan remaja Gus Dur. Kebesaran seseorang sering kali ditentukan oleh pendidikan dan pengalamannya di masa kecil dan remaja. Novel ini mengisahkan banyak hal yang jarang diketahui orang tentang kehidupan Gus Dur sebelum beliau dikenal sebagai seorang guru bangsa.”
—K.H. Ahmad MustofaBisri, Pengasuh Pesantren Raudlatut Thalibin, Rembang

 “Sebuah kisah luar biasa tentang pengembaraan luar biasa dari seorang tokoh luar biasa. Aguk Irawan mampu mengungkap sisi lain dari budaya pesantren yang tak kalah spektakuler, dramatis, dan unik disbanding kisah-kisah heroic lainnya yang sudah melegenda.” 
—Acep Zamzam Noor, penyair


“Gus Dur, yang dulu lebih akrab dipanggil Gus Dakhil, sejak bocah dan remaja memang sangat fenomenal. Dia sangat gemar membaca dan suka usil terhadap para santri. Saya salah satu santri yang ketika mondok di Denanyar sering dikerjainya. Novel ini mengingatkan saya pada segala hal tentang Gus Dur sejak belia dan remaja, sebelum tumbuh menjadi seorang tokoh nasional dan guru bangsa. Bacaan yang sangat inspiratif.” 
—Prof. Dr. KH. Abdul Ghafur, pengasuh Pesantren Sunan Drajat, Lamongan



 “Ini kisah perjalanan Gus Dur dari pesantren kepesantren dan dari satu Negara ke Negara lain untuk thalabul ‘ilmi (menuntutilmu). Penulis begitu mengenal dunia pesantren dan Gus Dur. Bahasanya begitu hidup. Bahkan saya merasa dia lebih banyak tahu tentang Gus Dur ketimbang saya. Patut dibaca oleh siapa saja, terutama para santri.”
—KH. Mahfudz Ridwan, pengasuh Pesantren Edi Mancoro dan sahabat Gus Dur


“Penulis berhasil masuk ke lipatan-lipatan terdalam kehidupan Gus Dur yang belum pernah ditelisik para penulis lain, kemudian menuangkannya dalam untaian kisah yang sangat menarik. Membaca novel ini bagai bercermin di telaga bening yang teduh dan mendamaikan.” 
—Dr. Zastrouw El-Ngatawi, asisten Gus Dur 1988-2009


“Meskipun saya bertahun-tahun merasa dekat dengan Gus Dur dan keluarganya, membaca novel ini membuat saya sadar bahwa saya masih berada di luar kehidupannya yang terdalam. Aguk Irawan membantu saya menyelami kehidupan Gus Dur lebih dalam lagi. Kesan yang ditimbulkannya begitu kuat di benak saya.” 
—Ahmad Suaedy, The Wahid Institute


“Novel ini bercerita tentang seorang tokoh pesantren dan tradisi pesantren yang begitu unik. Tidaklah mengherankan jika Indonesianis seperti Nikki Keddie berpendapat bahwa tradisi pesantren adalah tradisi Islam Nusantara yang sanga tkhas.”
—Andi Muawiyah Ramly, asisten Gus Dur 1984-1988


“Novel ini mendemistifikasi sosok Gus Dur sedemikian rupa. Beliau tidak saja cerdas dan jenaka, melainkan juga sangat tekun dan rajin belajar. Perjalanan hidup Gus Dur yang dituangkan dalam buku ini sangat menginspirasi kita semua, terutama para santri dan pelajar yang bias langsung mengapresiasinya.”
—Dr. Abdul Hayyie Al-Kattani, cendekiawan muslim, alumni Al-AzharMesir

Disclaimer: Persamaan warna foto katalog dengan produk asli mencapai 98%. Efek cahaya, kecerahan, kerapatan, dan resolusi layar memungkinkan terjadinya distorsi warna.

Identitas Arab Itu Ilusi - Musa Kazhim Alhabsyi

Photo




Detail
Status
on

Price ( Rp. )
79000

Discount ( % )
20


Description
Detail Produk

Penulis: Musa Kazhim Alhabsyi
Target terbit: April 2022
Penerbit: Mizan Publishing House
Format: 15,5 x 23,5 cm
ISBN: 978-602-441-....-....
Jumlah halaman: 224 
Pengantar: Haidar Bagir, Hertasning Ichlas, Ben Sohib
Jenis Kertas Isi: BP 55 gr
Jenis Kertas Sampul: AP 230 gr
Jenis buku: Islam/Pemikiran
Harga: Rp79.000 

Sinopsis
Fenomena kearab-araban yang marak di Indonesia belakangan ini tak jarang menjadi pelatuk sentimen rasial dan konflik politik. Pada awalnya hal ini sebenarnya muncul dalam bentuk simbol-simbol, seperti cara berpakaian, artikulasi keseharian, dan penampilan fisik. Pada saat yang sama, muncul pula fenomena “habibisme”, ketika sebagian figur dari kalangan keturunan Nabi Muhammad Saw. mengklaim diri sebagai pemandu umat, lalu memasuki arena permainan politik praktis.

Siapa itu Arab atau lebih tepatnya apa itu Arab? Lantas, apakah “kehabiban” seseorang merupakan garansi tingginya kualitas pemahaman keislaman mereka, sehingga orang harus selalu patuh dan tunduk kepada mereka; dan bahwa yang berbeda pendapat atau posisi politik dengan mereka sama dengan tidak menghormati Nabi Saw.?

Buku ini berupaya membedah fenomena tersebut dengan pisau fenomenologi, semiotika, sosiologi, dan sejarah, sekaligus bersandar kepada Al-Quran dan Hadis. Kesimpulannya tak pelak sangat “subversif”: membongkar kesalahkaprahan pemahaman sebagian Muslim Indonesia tentang isu ini.



“Buku ini merupakan suatu autokritik
dan analisis tajam yang membuka mata kita tentang isu identitas Arab (dan habib).”
—Haidar Bagir


“Ekspresi keresahan keturunan Yaman melihat keadaan komunitasnya,
terbaca jelas di buku ini: mengapa masih mau terjebak politik kolonial
yang menerapkan segregasi? Jawabannya akan mengejutkan kita semua. Inspiring!”
—Nadirsyah Hosen, Monash University, Australia


“Buku yang pantas dibaca di tengah perdebatan soal ‘habib’ di Indonesia akhir-akhir ini.”
—Ulil Abshar Abdalla, cendekiawan Muslim


“Buku ini sangat timely (tepat waktu) terbitnya, ketika gonjang ganjing tentang warga Alawi yang lebih dikenal di Indonesia sebagai habib, dan keturunan Arab umumnya, sedang jadi bahan pembicaraan hangat. Sebuah karya yang dapat menjelaskan pemahaman orang yang keliru tentang siapa dan apa sebenarnya yang dimaksud dengan Arab, dan apa kesamaannya dan perbedaannya dengan Yaman dan Hadhramaut. Buku ini juga sebuah autokritik terhadap keturunan Arab dan habib di Indonesia karena penulisnya adalah juga merupakan bagian dari keluarga besar Alawi di Indonesia. Karenanya sangat bermanfaat juga bagi pembaca keturunan habib guna introspeksi diri.”
—Abdillah Toha, Penulis buku Buat Apa Beragama?


“Buku Identitas Ilusi Itu Arab yang ditulis oleh Musa Kazhim Alhabsyi
ini merupakan upaya mereposisi keterbukaan budaya yang telah dilakukan para
pendatang Arab terdahulu, sehingga identitas Arab betul-betul melebur dan menyatu
sebagai bangsa Indonesia. Buku yang wajib dibaca oleh mereka yang menyadari bahwa
perbedaan bukanlah penghalang dalam membangun persatuan.”
—Islah Bahrawi, Jaringan Moderat Indonesia



Disclaimer: Persamaan warna foto katalog dengan produk asli mencapai 98%. Efek cahaya, kecerahan, kerapatan, dan resolusi layar memungkinkan terjadinya distorsi warna.

Order mudah! via WhatsApp.

Instant Checkout dengan Contact Form WhatsApp.

Online 1x24 Jam!

Apapun pesananmu, CS (Customer Service) kami akan dengan senang hati untuk melayani.. :)

Kualitas Terbaik!

Kami memastikan, produk yang kami kirim 100% Original dan sesuai dengan Ekspektasi pembeli.
1 Butuh bantuan?

×